Niat Basmi Kutu Busuk, Pria Singapura Berakhir Dipenjara usai Bakar Kasurnya

Jakarta – Seorang pria lanjut usia nekat membakar kasurnya setelah percaya melihat kutu busuk. Nahas, api yang dinyalakan langsung membakar unit apartemen tempat tinggalnya hingga menyebabkan kematian seorang pekerja rumah tangga.
Kasus ini dilaporkan terjadi pada 29 Januari 2023 lalu. Saat itu, pria bernama Chia Gek Yong terbangun dari tempat tidurnya di ruang tamu unitnya di lantai 10. Di sana ia tinggal bersama empat penghuni lainnya.

Tak lama, pria 73 tahun itu percaya melihat kutu busuk di tempat tidurnya. Ia langsung mengambil beberapa kaleng insektisida dan menyemprot kasurnya.

Wakil Jaksa Penuntut Umum R Arvindren mengatakan Chia mengklaim kutu busuk itu masih belum mati, dan memutuskan untuk membakar kasurnya. Saat api mulai menjalar, Chia mencoba memadamkannya dengan air, tetapi tidak berhasil.

Dikutip dari laman SCMP, dia kemudian meninggalkan unitnya. Sementara empat penghuni rumah lainnya terbangun dan langsung mengevakuasi unit tersebut.


Salah satu dari mereka pergi ke kedai kopi terdekat dan mengambil alat pemadam api untuk mencoba memadamkan api. Namun dia tidak berhasil karena api mulai melalap seluruh unit. Polisi dan petugas Pasukan Pertahanan Sipil Singapura segera tiba dan mengevakuasi seluruh blok.

Petugas pemadam kebakaran menghadapi dua kendala, yaitu unit penghuni menimbun berbagai barang yang menyebabkan api semakin membesar dan juga terjadi kebocoran gas. Sampai akhirnya, Chia mengaku kepada polisi bahwa dialah yang menyalakan api. Ia ditangkap pada hari yang sama.

Saat upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan, asap dari kobaran api semakin tebal dan melayang ke unit di atasnya. Petugas pemadam kebakaran harus masuk ke unit lantai 11 yang terkunci setelah mereka diberitahu adanya penghuni yang tidak diketahui keberadaannya.

Mereka menemukan seorang perempuan, pekerja rumah tangga berusia 48 tahun Koimatun Achmad Ali, tidak sadarkan diri di kamar sebelah unitnya. Dia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan hidup, tetapi meninggal beberapa jam kemudian sekitar pukul 22.30.

Laporan otopsi yang dilakukan oleh Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura menyatakan bahwa penyebab kematiannya adalah karena menghirup asap.

Dalam pemeriksaan, pengadilan mendapatkan kabar bahwa di hari kejadian penyakit bipolar Chia kambuh lagi. Hal ini mengakibatkan dia mengalami gejala seperti halusinasi hingga bertindak berbahaya.
Mengingat temuan-temuan dari laporan psikiatris yang diserahkan oleh pembela, jaksa penuntut menyatakan bahwa mereka tidak akan menyetujui panggilan untuk laporan kesesuaian perintah pengobatan wajib.

Berdasarkan laporan psikiater pada 10 Maret 2023, Chia disebut menderita gangguan bipolar jangka panjang. Ia juga sedang mencari pengobatan dari Institusi kesehatan mental sebelum melakukan pelanggaran.

Dinyatakan juga bahwa perilaku Chia pada saat kejadian juga tidak biasa dan tindakannya merupakan bagian dari episode maniknya, yang mengarah pada perilaku impulsif dan berbahaya.

Chia menangis saat mengaku bersalah pada hari Rabu (25/1) karena menyebabkan kematian dengan tindakan gegabahnya. Dia kemudian diadili di pengadilan pada 11 September 2023 untuk menjalani hukuman.

Tim pembela, Riko Chua Isaac, mengatakan Chia menderita gangguan bipolar sejak usia yang sangat muda. Akibat menyebabkan kematian karena tindakan gegabahnya, Chia dipenjara hingga lima tahun, didenda, atau keduanya. https://darsalas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*