Ngaku Salah Cuci Uang, Binance Dihukum Bayar Rp 42 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Pengadilan Amerika Serikat resmi memerintahkan Binance dan CEO Changpeng Zhao, membayar denda puluhan triliun rupiah. Binance dan Zhao dikenai denda setelah mengaku bersalah atas tuduhan pencucian uang.

Zhao yang dikenal sebagai CZ, harus membayar US$ 150 juta (Rp 2,32 triliun), sedangkan Binance dikenai denda US$ 2,7 miliar (nyaris Rp 42 triliun).

Binance dituduh melakukan pencucian uang oleh komisi perdagangan komoditas berjangka AS (CTFC). 

CTFC menyatakan bahwa Binance melanggar aturan anti-pencucian uang dan sanksi pemerintah AS, serta tidak melaporkan lebih dari 100.000 transaksi mencurigakan terafiliasi dengan kelompok yang ditetapkan sebagai teroris oleh pemerintah AS.

Bursa kripto tersebut juga tidak melaporkan transaksi yang melibatkan website tempat perdagangan gelap konten pelecehan anak. Binance juga dituding sebagai tempat mayoritas aset hasil kejahatan pemerasan secara online, yang biasa disebut ransomware, bermuara.

Binance memutuskan untuk mengajukan kesepakatan penyelesaian di luar pengadilan atas gugatan dari CFTC pada November. Sebagai bagian dari kesepakatan, Zhao mundur dari posisinya sebagai CEO. Zhao juga mengaku bersalah melanggar aturan anti-pencucian uang. 

Pada saat itu, Binance menyatakan bahwa mengakui bertanggung jawab atas “pelanggaran kriminal dan tata kelola yang telah terjadi, agar perusahaan kami bisa beralih ke tahap selanjutnya.”

Kesepakatan damai dan dena atas Binance ditetapkan oleh Pengadilan Distrik Illinois. Denda senilai US$ 150 juta adalah penalti perdata atas Zhao. Adapun, denda US$ 2,7 miliar terdiri dari penalti US$ 1,35 miliar dan biaya transaksi yang dikembalikan senilai US$ 1,35 miliar. https://cingengkali.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*