Waspada, Orang Pintar dan Ahli Saja Ketipu AI

Jakarta, CNBC Indonesia – Ruang digital terus dipenuhi oleh berita-berita bohong ataupun misinformasi. Para penggunanya pun diingatkan tidak asal sharing atau berbagi konten hoaks ke pengguna lebih banyak lagi.

Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria menjelaskan kebiasaan berbagi itu memang baik. Namun dengan catatan konten yang dibagikan memang berisi informasi yang positif.

“Jadi kebiasaan share ini memang baik kalau informasinya positif menyebarkan kebaikan, kalau menyebarkan keburukan itu suatu hal yang kita hindari,” kata Nezar ditemui usai Peluncuran Buku Bernalar Sebelum Klik, di Jakarta, Senin (18/12/2023).

Saat ditanya apakah pernah mendapatkan berita hoaks, dia mengaku mendapatkan beberapa kali. Namun saat mengetahui konten tersebut mencurigakan, Nezar langsung mengecek ke sumber yang dapat dipercaya.

“Iya beberapa kali dapat hoaks juga. Tapi saya pakai ini kayaknya to good to be true jadi saya coba cek ke sumber sumber otoritatif,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar  untuk tidak buru-buru membagikan konten seperti itu. Sebaiknya cek dulu apakah informasi di dalamnya benar atau tidak.

Selain itu, Nezar juga mengingatkan konten disinformasi juga kian canggih sekarang. Mengingat teknologi yang makin canggih, misalnya penggunaan Artificial Intelligence atau deepfake.

Bahkan orang-orang yang cukup ahli bisa tertipu dengan konten-konten tersebut. Untuk itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati lagi menghadapinya.

“Karena sekarang kemampuan untuk melakukan disinformasi itu sudah makin canggih apalagi penggunaan AI, deepfake dan segala macem itu bisa mengelabui. Bahkan oleh orang-orang yang kita anggap expert sekalipun itu bisa terkecoh,” jelas Nezar.

“Jadi memang dibutuhkan kehati-hatian yang lebih tinggi lagi dengan kemajuan teknologi yang ada,” imbuhnya. https://terserahapapun.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*